Oleh: Sheila Timothy
Sumber : VIVAnews - Pada 10 Januari 2011, diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE - 3/PJ/2011 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Berupa Royalti dan pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemasukan Film Impor. Peraturan ini merupakan penafsiran baru atas undang-undang dan peraturan tentang pajak bea masuk yang lama.
Dengan surat edaran ini penghasilan yang dibayarkan keluar negeri oleh importir terkait penggunaan hak cipta atas film impor dengan persyaratan tertentu, merupakan royalti yang dikenakan PPh 20 persen. Peraturan ini mendapat reaksi keras dari pihak importir film, yang mengakibatkan MPAA (Motion Picture Association of America) atau asosiasi produsen film Amerika Serikat menyatakan tak akan lagi mengedarkan film Hollywood ke Indonesia.
Hampir dua pertiga jumlah film yang diputar di bioskop saat ini adalah film-film Hollywood dan asing non-Hollywood. Banyak pihak khawatir langkah MPAA ini akan diikuti oleh distributor film non-Hollywood, karena bea dan pajak ini diberlakukan merata untuk semua film impor.
Pemerintah mengatakan mereka sedang memikirkan jalan keluar atas keberatan ini. Tujuan pemerintah memberlakukan pajak ini, seperti diberitakan berbagai media, adalah untuk mendukung industri perfilman nasional sehingga dapat bersaing di pasar domestik.
Itu tujuan yang sebenarnya baik, namun apabila ditelaah lebih mendalam, ternyata tidaklah tepat pada sasarannya. Pada kenyataannya, kebijakan itu justru berpotensi makin mempersulit industri film nasional.
Seharusnya, pemerintah sejak awal mengkomunikasikan terlebih dahulu kebijakan tersebut dengan pelaku industri film nasional, bukan malah sesudah kebijakan tersebut diimplementasikan. Ini penting supaya berbagai kesulitan yang selama ini dihadapi oleh sineas Indonesia benar-benar dapat diakomodasi secara pas. Jangan karena semata ingin meningkatkan penghasilan APBN, peraturan baru dikeluarkan, dan hasilnya malah makin mempersulit industri film Indonesia.
Terlepas dari keberatan MPAA, tulisan ini akan lebih menitikberatkan pada kenyataan di lapangan. Apa sebetulnya kesulitan yang dihadapi oleh filmaker Indonesia, bagaimana solusi yang diharapkan dari pemerintah, dan bagaimana efek pemberlakuan pajak dan bea film impor itu terhadap industri film nasional.
Satu habitat
Menghilangnya film-film asing (Hollywood dan kemungkinan juga akan diikuti oleh non-Hollywood) akan mengganggu industri film lokal secara keseluruhan.
Mengapa?
Perlu diingat, industri film merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari banyak partikel. Industri film adalah suatu sistem yang terdiri dari bukan hanya pembuat film, atau production house, tetapi juga termasuk di dalamnya semua perusahaan yang terlibat di berbagai bidang--teknologi, komersial film, distributor, dan exhibitor. Segenap partikel itu merupakan kesatuan dalam suatu habitat, yang saling membutuhkan satu sama lain, suatu simbiosis mutualisme.
Jika salah satu partikel terganggu, partikel lain akan terganggu pula. Pendek kata, jika film-film asing (baik Hollywood atau non-Hollywood) menghilang di layar exhibitor (bioskop-bioskop), maka penghasilan dari exhibitor akan terganggu. Jika exhibitor menghilang, lalu di mana filmaker lokal dapat memutar film mereka?
Jadi, pertanyaan kita adalah: benarkah pengenaan pajak dan bea impor ini, yang berpotensi akan mengurangi bahkan menghilangkan film impor dari layar bioskop, akan meningkatkan jumlah film nasional?
Tujuan itu mungkin tercapai jika kita hanya bicara kuantiĆtas film, bukan kualitasnya. Untuk memenuhi kuota, filmaker dapat saja membuat film dengan cepat, dengan dana seadanya, diproduksi dalam satu minggu, yang akan siap tayang dalam tempo satu bulan, digandakan sebanyak mungkin, kemudian segera dilempar ke pasar.
Masalahnya, dengan kualitas yang rendah dan dibuat asal-asalan seperti itu, apakah masalah yang dihadapi film lokal saat ini akan terjawab? Apakah penonton mau mengeluarkan uang untuk menonton film kacangan? Tentu saja tidak. Jumlah penonton bioskop niscaya akan semakin turun. Kepercayaan masyarakat terhadap film nasional akan semakin sirna. Sebagai gambaran, di tahun 2010 saja jumlah penonton film nasional hanyalah sekitar 500 ribu orang saja--jumlah yang sangat sedikit.
Pajak, pajak, dan pajak
Keberatan MPAA mengenai pajak sebenarnya juga merupakan kesulitan terbesar industri film nasional. Pajak yang dikenakan pada industri film nasional tidaklah sedikit. Sumbangannya kepada kas negara dimulai dari masa produksi sampai dengan paska produksi. Pajak tersebut di antaranya adalah PPn (dari material pembuat film sampai dengan penyewaan alat dan penggandaan) dan PPh Karyawan Pasal 21.
Belum lagi, penghasilan dari bioskop--yang merupakan penghasilan terbesar bagi suatu production house--masih dipotong Pajak Tontonan, yang besarnya bervariasi sesuai dengan peraturan daerah masing-masing, bahkan ada yang mencapai 30 persen. Penghasilan setelah dipotong pajak tontonan ini harus dibagi dua dengan pengusaha bioskop. Setelah itu, pendapatan production house masih dipotong lagi Pajak Royalti sebesar 10 persen (Peraturan Direktorat jenderal Pajak nomor PER-33/PJ/2009).
Pajak serupa dikenakan pula pada penghasilan dari sumber-sumber lain seperti home video, penjualan ke stasiun TV, dan lainnya. Sudah begitu, di akhir tahun buku, production house masih dikenakan lagi Pajak Penghasilan Pasal 23.
Memang, seluruh jumlah pajak yang dibayar ini nantinya dapat diperhitungkan di akhir tahun sebagai kredit pajak, yaitu dianggap dikreditkan setelah dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak atau setelah dikurangi dengan pajak yang dikompensasikan. Namun ini tetap memberatkan karena harus dibayar dimuka, yang alhasil tidak mengurangi jumlah investasi yang dibutuhkan di awal.
Tiadanya distributor
Kesulitan lain yang dihadapi adalah bahwa production house di Indonesia tidak memiliki distributor. Yang ada adalah exhibitor, yaitu bioskop-bioskop yang memutar film, sehingga seluruh biaya dari hilir ke hulu ditanggung sepenuhnya oleh production house—mulai dari produksi sampai biaya promosi. Untuk ini, investasi yang dibutuhkan sangatlah tidak sedikit.
Filmaker Indonesia jelas membutuhkan dukungan pemerintah, karena tanpa itu industri film nasional tidak akan bisa berkembang dan akan tetap menjadi infant industry.
Tuntutan untuk menyederhanakan pajak dan peraturan jelas perlu terus diperjuangkan. Hanya saja perlu dicatat, perubahan peraturan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sementara itu, keadaan industri film nasional sudah masuk dalam kondisi genting. Janganlah sampai film Indonesia kembali mati suri seperti di tahun 1980an.
Kita membutuhkan jumlah layar bioskop yang lebih banyak untuk dapat menayangkan film-film nasional, sehingga tidak harus digilir seperti sekarang karena kekurangan layar. Akibatnya, jangka waktu tayang suatu film di bioskop akan semakin pendek.
Dalam hal ini, dengan peraturan pajak dan bea impor yang baru, bioskop justru akan semakin kesulitan. Niscaya, mereka akan terpaksa menutup bioskop satu persatu, terkhusus pengusaha-pengusaha bioskop kecil di daerah. Kondisi ini, pada gilirannya, akan membuat keadaan jadi semakin sulit bagi film nasional.
Bantuan pemerintah
Jika mau membantu film nasional, pemerintah harus menempuh cara-cara yang tepat sasaran. Salah satunya adalah mendukung filmaker yang berbakat dengan, misalnya, memberikan subsidi dan membantu promosi, khususnya buat para filmaker yang telah berprestasi membawa nama Bangsa ke berbagai festival dunia.
Di Malaysia, contohnya. Pemerintah negeri jiran memberlakukan peraturan untuk memutar kembali film-film yang sudah dirilis dan memenangkan penghargaan di luar negeri. Tidak hanya mewajibkan supaya diputar selama sebulan penuh, pemerintah juga membantu mempromosikan dan mempublikasikan film-film tersebut berikut segenap filmaker yang terlibat di dalamnya. Begitu pula yang dilakukan negara-negara tetangga lain seperti Thailand dan Korea, yang industri perfilmannya jauh lebih maju dari Indonesia.
Hal lain, kualitas film nasional jelas masih perlu ditingkatkan. Diperlukan lebih banyak sekolah film yang bisa menghasilkan sineas muda yang berbakat dan profesional. Dengan kualitas film yang baik, industri film Indonesia bisa dikenal di dunia dan mempunyai daya jual yang baik. Ini saatnya pemerintah benar-benar menganggap serius industri film nasional sebagai suatu industri yang dapat menghasilkan devisa bagi negara. Industri film adalah bagian dari industri kreatif yang sedang dipromosikan Menteri Perdagangan.
Elemen dalam industri film nasional yang menunjang pun harus diperhatikan pemerintah. Misalnya, festival film nasional dan asing harus didukung dengan serius. Festival seperti JIFEST, INAFFF, dan lainnya punya posisi penting karena merupakan bagian pembelajaran untuk filmaker dan penonton Indonesia. Selain itu, jika dikelola dengan baik, festival-festival ini akan menjadi elemen penting dalam promosi pariwisata Indonesia.
Film adalah suatu produk budaya, cerminan perkembangan budaya suatu bangsa. Pemerintah wajib mendukung industri ini supaya dapat selamat dari keadaan yang sedang memprihatinkan ini. Semoga film Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi lebih dari itu, juga menjadi kebanggaan Bangsa.
• VIVAnews
Keuangan sebagai supporting unit dalam sebuah entitas selalu diletakkan di pojok, dibalik tumpukan dokumen, dan tidak terlihat. Ditempatkan sebagai unit yang tidak punya kinerja. Namun yang di pojok tetap punya opini dan aspirasi, juga hobi ...!
Entri Populer
-
Nama : Burung pelatuk biasa Makanan : serangga, larva Habitat : hutan, ladang Pelatuk ialah bu...
-
Meski berperawakan kecil, Serama bukan ayam murahan. Sebab, untuk memboyongnya, Anda harus merogoh kocek ...
-
Burung Kacer merupakan salah satu burung petarung yang memiliki gaya paling eksotis, disamping suaranya y...
-
Hobi memelihara dan merawat burung berkicau, sudah sejak lama digemari oleh masyarakat kita. Banyak alas...
-
Banyu Nibo berarti “Air Menetes”. Ini merupakan warisan Budha dari abad 9. Karena terletak jauh dari candi Budha lainnya di daerah terpenc...
-
Sebagian kalangan menyebutnya buah ini dengan nama Buah Dewa. Hingga saat ini di butuhkan akan buah Naga Indonesia cukup besar dan bukan ...
-
detikhelth - Rokok diketahui bisa menimbulkan banyak efek buruk bagi kesehatan. Tapi seorang dokter terkemuka di Inggris menuturkan bahwa ...
-
Setelah kran ijin pendirian stasiun televisi di buka, banyak televisi kedaerahan yang muncul. Hampir disetiam daeran Tk II memliki stasiun d...
-
Jakarta - Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) menganalisa circle crop di Berbah, Slem...
-
Jakarta - Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Ga...
Kamis, 03 Maret 2011
Bintang Baru Terbentuk
Sumber : VIVAnews - Sejumlah astronom meyakini bahwa mereka baru saja menyaksikan sebuah planet yang sedang dalam proses pembentukan. Gambar itu ditangkap oleh teleskop Very Large milik European Southern Observatory (ESO).
Menggunakan teleskop tersebut, sebuah tim internasional memeriksa material tata surya di sekitar bintang muda. Dan, untuk pertama kalinya tim menemukan pendamping yang lebih kecil, yang sedang mengalami proses pembentukan.
Transisi dari kumpulan debu menjadi sistem planet - atau tata surya baru dalam istilah astronomi - berlangsung sangat cepat. Beberapa objek tetap dapat ditangkap selama fase tersebut.
Namun, hingga kini, tim astronom belum dapat memastikan apakah objek yang tertangkap itu sebuah planet baru atau sekadar objek luar angkasa biasa berwarna coklat.
Pencitraan itu ditangkap astronom di sekitar T Chamaeleontis, bintang redup yang terletak di sebelah selatan konstelasi bintang Chamaeleon, yakni bintang besar yang menyerupai matahari.
Namun, dibandingkan matahari, usianya diperkirakan masih belia. Bintang yang terletak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi itu diperkirakan baru berusia tujuh juta tahun. Sementara itu, matahari, yang menurut para ilmuwan terbentuk karena ledakan big bang, lahir sekitar 14.000 juta tahun lalu.
"Studi sebelumnya menunjukkan bahwa T Cha merupakan objek yang sangat bagus untuk mempelajari bagaimana sebuah sistem planet terbentuk," ujar Johan Olofsson dari Max Planck Institute for Astronomy, Rabu 2 Maret 2011.
"Tapi, jarak bintang ini cukup jauh. Kami membutuhkan kinerja penuh Very Large Telescope Interferometer (VLTI) untuk merinci dengan sangat baik apa yang terjadi di dalam kumpulan debu itu," tuturnya. (art)
• VIVAnews
Menggunakan teleskop tersebut, sebuah tim internasional memeriksa material tata surya di sekitar bintang muda. Dan, untuk pertama kalinya tim menemukan pendamping yang lebih kecil, yang sedang mengalami proses pembentukan.
Transisi dari kumpulan debu menjadi sistem planet - atau tata surya baru dalam istilah astronomi - berlangsung sangat cepat. Beberapa objek tetap dapat ditangkap selama fase tersebut.
Namun, hingga kini, tim astronom belum dapat memastikan apakah objek yang tertangkap itu sebuah planet baru atau sekadar objek luar angkasa biasa berwarna coklat.
Pencitraan itu ditangkap astronom di sekitar T Chamaeleontis, bintang redup yang terletak di sebelah selatan konstelasi bintang Chamaeleon, yakni bintang besar yang menyerupai matahari.
Namun, dibandingkan matahari, usianya diperkirakan masih belia. Bintang yang terletak sekitar 350 tahun cahaya dari Bumi itu diperkirakan baru berusia tujuh juta tahun. Sementara itu, matahari, yang menurut para ilmuwan terbentuk karena ledakan big bang, lahir sekitar 14.000 juta tahun lalu.
"Studi sebelumnya menunjukkan bahwa T Cha merupakan objek yang sangat bagus untuk mempelajari bagaimana sebuah sistem planet terbentuk," ujar Johan Olofsson dari Max Planck Institute for Astronomy, Rabu 2 Maret 2011.
"Tapi, jarak bintang ini cukup jauh. Kami membutuhkan kinerja penuh Very Large Telescope Interferometer (VLTI) untuk merinci dengan sangat baik apa yang terjadi di dalam kumpulan debu itu," tuturnya. (art)
• VIVAnews
Senin, 21 Februari 2011
Krisis Minyak Mentah Dunia Jilid 2
sumber : Okezone
LONDON - Harga minyak jenis Brent North Sea melambung hingga USD105 per barel. Hal ini dipicu gejolak di Libya yang memakan korban dan kekhawatiran atas penyebaran kerusuhan di negara produsen minyak di Arab.
Menjelang siang,transaksi minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April melonjak hingga USD105,08 per barel,menyentuh level tertinggi sejak akhir September 2008. ”Ketegangan di Timur Tengah, khususnya di Libya,menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak di atas USD105 per barel,” tutur analis Forex.com Kathleen Brooks seperti dikutip dari AFP.
Dia mengatakan, gejolak politik telah membuat takut pasar komoditas. Pada kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk Maret mendatang menyentuh USD89,50 per barel.
”Kekerasan di Libya merupakan pendorong utama dari kenaikan harga. Seorang pemimpin yang berpengaruh telah mengancam untuk menghentikan pengiriman minyak ke Barat dalam waktu 24 jam jika kekerasan terhadap demonstran tidak berakhir,” tutur analis Commerzbank Carsten Fritsch.
Libya merupakan anggota OPEC yang memproduksi 1,6 juta barel minyak mentah per hari, dengan sekitar 1,1 juta barel di antaranya diekspor. Di sisi lain, gejolak harga minyak dunia patut diwaspadai menyusul kisruh politik yang meluas di Timur Tengah dan Afrika Utara. Ekonom Senior Standard Chartered Fauzi Ichsan mengungkapkan, konflik politik yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara dinilai lebih mengkhawatirkan ketimbang yang terjadi di Mesir beberapa waktu lalu.
Hal ini terutama menyangkut gejolak harga minyak dunia. Sebab, negara-negara di kawasan tersebut, seperti Libya dan Iran, merupakan produsen minyak terbesar di dunia. Masalah Libya lebih parah dari Mesir. Sebab, Mesir bukan negara produsen minyak.
”Namun, Libya adalah negara produsen terbesar minyak di Afrika.Jadi,jika ada apaapa dengan Libya, harga minyak pasti meloncat. Kalau itu menggerakkan harga minyak, bisa ke atas USD110–USD120 per barel,” papar Fauzi di Jakarta kemarin.(Koran SI/Koran SI/wdi)
Trend Baru Dunia tertelevisian
Setelah kran ijin pendirian stasiun televisi di buka, banyak televisi kedaerahan yang muncul. Hampir disetiam daeran Tk II memliki stasiun daerahnya sendiri. Tidak jarang daerah TK II yang memiliki lebih dari 3 stasiun televisi.
Imbasnya bagi televisi nasional, adalah mereka akan semakin efisien dalam operasional. Keadaan ini memunculkan trend baru di dunia pertelevisian untuk meleburkan diri. Terbukti setelah TV7 dan Trans TV bergabung dengan memunculkan Trans & dan Trans TV, MMC group pemilik RCTI dan Global TV menggakuisisi TPI berubah nama menjadi MNC TV, sekarang SCTV berencana merger dengan Indosiar untuk memperoleh posisi saing yang menguntungkan, selain alasan efisiensi operasional.
Rencana mergernya SCTV dan Indosiar membawa angin pasitif bagi keduanya, harga saham mereka terus menguat.
Sumber : Okezone
JAKARTA - Informasi tentang rencana merger PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menjadi sentimen positif untuk saham ketiga emiten tersebut pada perdagangan kemarin, Senin (21/2/2011). Tapi, akankah penguatan itu berlanjut?
Imbasnya bagi televisi nasional, adalah mereka akan semakin efisien dalam operasional. Keadaan ini memunculkan trend baru di dunia pertelevisian untuk meleburkan diri. Terbukti setelah TV7 dan Trans TV bergabung dengan memunculkan Trans & dan Trans TV, MMC group pemilik RCTI dan Global TV menggakuisisi TPI berubah nama menjadi MNC TV, sekarang SCTV berencana merger dengan Indosiar untuk memperoleh posisi saing yang menguntungkan, selain alasan efisiensi operasional.
Rencana mergernya SCTV dan Indosiar membawa angin pasitif bagi keduanya, harga saham mereka terus menguat.
Sumber : Okezone
JAKARTA - Informasi tentang rencana merger PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menjadi sentimen positif untuk saham ketiga emiten tersebut pada perdagangan kemarin, Senin (21/2/2011). Tapi, akankah penguatan itu berlanjut?
Analis Asjaya Indosurya Sekuritas Reza Priyambada menilai, kenaikan pada saham-saham itu merupakan ekspektasi investor terhadap peningkatan kinerja dari emiten-emiten tersebut.
Adanya penggabungan usaha pengelola stasiun televisi tersebut diyakini akan membuat persaingan media semakin kompetitif. "Ini akan meningkatkan gairah dan peta persaingan dalam industri media visual semakin menguat," tutur Reza saat dihubungi di Jakarta.
Pada penutupan perdagangan Senin (21/2/2011), saham IDKM naik Rp60 atau 6,3 persen ke level Rp1.010. Frekuensi perdagangan saham ini tercatat 786 kali dengan 38.796 lot diperdagangkan senilai Rp19,213 miliar.
Saham SCMA ditutup naik Rp300 atau 8,5 persen ke posisi Rp3.800. Frekuensi perdagangan terpantau 28 kali dengan 1.825 lot diperdagangkan atau senilai Rp3,277 miliar. Sementara EMTK naik Rp160 atau 13,5 persen ke level Rp1.340 per saham.
Di Indosiar Karya Media, keluarga Salim menguasai saham 27,24 persen melalui PT Prima Visualindo. Pemegang saham lainnya Citibank Singapura dengan kepemilikan 8,5 persen, PT Dinamika Usaha Jaya 5,09 persen, dan investor publik memiliki 59,17 persen.
Kapal Tempur Amerika tiba di Tanjung Priok
Sumber : Okezone
JAKARTA - Kapal tempur Amerika Serikat (AS) USS Reuben James, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/2/2011), pukul 09.00 WIB.
JAKARTA - Kapal tempur Amerika Serikat (AS) USS Reuben James, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/2/2011), pukul 09.00 WIB.
Kedatangan kapal tempur canggih ini merupakan salah satu penanda hubungan baik kerjasama militer antara kedua negara.
Atase Angkatan Laut Kedutaan Besar AS Captain Adrian J Jansen, menjelaskan kedatangan kapal perang ini untuk menjajaki latihan militer bersama antara angkatan laut AS dengan TNI AL.
“Ya kita akan latihan (militer) bersama,” ungkapnya.
Latihan militer ini rencananya akan dilakukan pada 25 Mei hingga 1 Juni mendatang di wilayah perairan Sumatera Utara.
USS Reuben James mendahului kedatangan pasukan tempur laut AS yang rencananya akan datang dalam jumlah lebih besar pada awal Mei mendatang. Adrian menambahkan kerjsama ini merupakan momen untuk saling menggali pengetahuan tentang strategi pertempuran laut yang dimiliki oleh kedua belah piha
“Pekan ini akan dilakukan pembahasan akhir,” lanjutnya.
Pihaknya akan berada selama tiga hari untuk menjajaki wilayah perairan Jakarta dan Sumatera Utara sebagai jalur yang akan ditempuh pasukan AS nanti.
(Isfari Hikmat/Koran SI/lam)
Efek Krisis Lybya terasa hingga Indonesia
Sumber :
Emas, Minyak Melonjak Gara-gara Libya, Bursa Saham Terpukul
Nurul Qomariyah - detikFinance
London - Harga minyak mentah dunia melonjak ke titik tertingginya dalam 2,5 tahun terakhir dipicu kerusuhan di Libya yang semakin memanas. Kondisi tersebut langsung memukul indeks saham di berbagai belahan dunia, sementara emas makin berkilau.
Pada perdagangan Senin (21/2/2011), minyak Brent tercatat melonjak hingga 2,50 dolar menjadi US$ 105 per barel, yang merupakan titik tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir.
Bursa-bursa Eropa pun langsung berguguran.
Bursa Wall Street tercatat masih libur perdagangan pada Senin kemarin.
Saham-saham di Eropa merosot dipicu oleh kombinasi masalah lonjakan harga minyak dan tanda-tanda terus naiknya suku bunga serta bukti-bukti laporan keuangan yang tidak terlalu baik.
Melonjaknya harga minyak mentah dunia akan memicu inflasi, yang saat ini menjadi perhatian utama investor global.
"Situasi di Libya sepertinya cukup buruk dan kita melihat aliran dana ke investasi safe-haven karena itu," ujar ALan McQuaid, kepala ekonomi Bloxham Stockbrokers seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/2/2011).
Selain harga minyak, komoditas lain yang melonjak adalah emas. Harga logam mulia ini tercatat melonjak hingga 1% menembus lagi US$ 1.400 per ounce. Investor berlomba-lomba mengalihkan investasinya ke tempat yang aman dari inflasi seperti emas.
Di pasar Spot, harga emas melonjak hingga US$ 1.408,20 per ounce dan sempat menemus US$ 1.405,23. Harga emas naik 16,65 dolar (1,2%) dibandingkan penutupan sebelumnya. Hraga emas berjangka pengiriman April naik hingga 18,40 dilar ke level US$ 1.407,10.
"Aksi demonstrasi dan kekhawatiran di negara tersebut (Libya) meningkat. Lihat betapa mudahnya emas menembus US$ 1.300, US$ 1.395 dan sekarang level psikologis US$ 1.400. Sepertinya tidak ada orang yang mencari harga emas yang lebih rendah," ujar Bayram Dincer, analis dari LGT Capital Management.
Seperti diketahui, situasi di Libya saat ini semakin tak terkendali. Para demonstran telah menguasai sejumlah pangkalan militer, senjata dan tank-tank tempur. Putra pemimpin Libya, Muammar Khadafi, Saif al-Islam Gaddafi pun mengingatkan, perang saudara di negeri itu akan menghancurkan kekayaan minyak Libya. Puluhan orang dikabarkan tewas karena situasi yang semakin memanas itu.
(qom/qom)
Emas, Minyak Melonjak Gara-gara Libya, Bursa Saham Terpukul
Nurul Qomariyah - detikFinance
London - Harga minyak mentah dunia melonjak ke titik tertingginya dalam 2,5 tahun terakhir dipicu kerusuhan di Libya yang semakin memanas. Kondisi tersebut langsung memukul indeks saham di berbagai belahan dunia, sementara emas makin berkilau.
Pada perdagangan Senin (21/2/2011), minyak Brent tercatat melonjak hingga 2,50 dolar menjadi US$ 105 per barel, yang merupakan titik tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir.
Bursa-bursa Eropa pun langsung berguguran.
- Indeks FTSE 100 London merosot 1,12% ke level 6.014,8.
- Indeks DAX Frankfurt merosot 1,41% ke level 7.321,81.
- Indeks CAC Paris turun 0,44% ke level 4.097,41.
Bursa Wall Street tercatat masih libur perdagangan pada Senin kemarin.
Saham-saham di Eropa merosot dipicu oleh kombinasi masalah lonjakan harga minyak dan tanda-tanda terus naiknya suku bunga serta bukti-bukti laporan keuangan yang tidak terlalu baik.
Melonjaknya harga minyak mentah dunia akan memicu inflasi, yang saat ini menjadi perhatian utama investor global.
"Situasi di Libya sepertinya cukup buruk dan kita melihat aliran dana ke investasi safe-haven karena itu," ujar ALan McQuaid, kepala ekonomi Bloxham Stockbrokers seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/2/2011).
Selain harga minyak, komoditas lain yang melonjak adalah emas. Harga logam mulia ini tercatat melonjak hingga 1% menembus lagi US$ 1.400 per ounce. Investor berlomba-lomba mengalihkan investasinya ke tempat yang aman dari inflasi seperti emas.
Di pasar Spot, harga emas melonjak hingga US$ 1.408,20 per ounce dan sempat menemus US$ 1.405,23. Harga emas naik 16,65 dolar (1,2%) dibandingkan penutupan sebelumnya. Hraga emas berjangka pengiriman April naik hingga 18,40 dilar ke level US$ 1.407,10.
"Aksi demonstrasi dan kekhawatiran di negara tersebut (Libya) meningkat. Lihat betapa mudahnya emas menembus US$ 1.300, US$ 1.395 dan sekarang level psikologis US$ 1.400. Sepertinya tidak ada orang yang mencari harga emas yang lebih rendah," ujar Bayram Dincer, analis dari LGT Capital Management.
Seperti diketahui, situasi di Libya saat ini semakin tak terkendali. Para demonstran telah menguasai sejumlah pangkalan militer, senjata dan tank-tank tempur. Putra pemimpin Libya, Muammar Khadafi, Saif al-Islam Gaddafi pun mengingatkan, perang saudara di negeri itu akan menghancurkan kekayaan minyak Libya. Puluhan orang dikabarkan tewas karena situasi yang semakin memanas itu.
(qom/qom)
Fakta Menarik " PNS Dominasi SUKUK Ritel SR003"
Sumber :
PNS Dominasi Pembelian Sukuk Ritel SR003
Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta - Pembelian instrumen investasi sukuk ritel (sukri) seri SR003 didominasi oleh pegawai negeri sipil (PNS) dengan persentase 22,94% dari total jumlah investor sukri SR003 yang mencapai 15.487 investor.Demikian isi siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip, Senin (21/2/2011).
Berikut daftar sebaran jumlah investor sukuk ritel SR003 berdasarkan kelompok profesi:
Berdasarkan umur, kebanyakan investor pembeli sukuk ritel ini adalah yang berumur 40 tahun ke atas. kelompok umur 41-55 tahun persentasenya 38,97%, sementara yang berumur di atas 55 tahun persentasenya 30,41%.
Penyebaran investor sukuk ritel SR003 ini berdasarkan jumlah, paling banyak terdapat di Indonesia Barat dan Jakarta.
(dnl/qom)
KOMPAS.com — Kementerian Keuangan menetapkan kupon untuk surat utang negara berbasis syariah ritel seri SR003 yang akan diterbitkan pada 21 Februari 2011 sebesar 8,15 persen.
Dengan demikian tingkat pengembalian yang diharapkan akan diperoleh investor lebih tinggi dibandingkan rata-rata suku bunga bank-bank Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Menurut Rahmat, ada 20 agen penjual yang akan memasarkan sukuk SR003. Investor yang tertarik sudah dapat memesan sukuk ini pada masa penawaran antara 7-18 Februari 2011. Nilai satuan SR003 ditetapkan Rp 1 juta, namun setiap investor harus membeli minimal Rp 5 juta atau lima unit.
Hasil pemesanan akan diumumkan pada 21 Februari 2011. "Underlying asset (aset yang menjadi dasar transaksi) dalam penerbitan SR003 adalah Rp 10,8 triliun. Atas dasar itu, jumlah sukuk ritel yang akan diterbitkan akan jauh dari underlying asset itu," ujar Rahmat.
Fakta meneriknya, PNS telah memiliki dana lebih untuk melakukan inverstasi. Fakta menarik lainnya adalah PNS tidak punya alasan lagi untuk tidak profesional. PNS tidak lagi seperti masa lalu yang penuh pengabdian. PNS adalah profesi baru yang telah sejajar dengan profesi-profesi lainnya. Sebagai bidang profesi, PNS harus bersikap profesional atas pekerjaannya.
PNS Dominasi Pembelian Sukuk Ritel SR003
Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta - Pembelian instrumen investasi sukuk ritel (sukri) seri SR003 didominasi oleh pegawai negeri sipil (PNS) dengan persentase 22,94% dari total jumlah investor sukri SR003 yang mencapai 15.487 investor.
Berikut daftar sebaran jumlah investor sukuk ritel SR003 berdasarkan kelompok profesi:
- PNS 22,94%
- Pegawai Swasta 23,74%
- Ibu Rumah Tangga 18,38%
- Wiraswasta 19,09%
- TNI/Polri 0,41%
- Lainnya 15,44%
Berdasarkan umur, kebanyakan investor pembeli sukuk ritel ini adalah yang berumur 40 tahun ke atas. kelompok umur 41-55 tahun persentasenya 38,97%, sementara yang berumur di atas 55 tahun persentasenya 30,41%.
Penyebaran investor sukuk ritel SR003 ini berdasarkan jumlah, paling banyak terdapat di Indonesia Barat dan Jakarta.
(dnl/qom)
KOMPAS.com — Kementerian Keuangan menetapkan kupon untuk surat utang negara berbasis syariah ritel seri SR003 yang akan diterbitkan pada 21 Februari 2011 sebesar 8,15 persen.
Dengan demikian tingkat pengembalian yang diharapkan akan diperoleh investor lebih tinggi dibandingkan rata-rata suku bunga bank-bank Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Jumat (4/2/2011).
Menurut Rahmat, ada 20 agen penjual yang akan memasarkan sukuk SR003. Investor yang tertarik sudah dapat memesan sukuk ini pada masa penawaran antara 7-18 Februari 2011. Nilai satuan SR003 ditetapkan Rp 1 juta, namun setiap investor harus membeli minimal Rp 5 juta atau lima unit.
Hasil pemesanan akan diumumkan pada 21 Februari 2011. "Underlying asset (aset yang menjadi dasar transaksi) dalam penerbitan SR003 adalah Rp 10,8 triliun. Atas dasar itu, jumlah sukuk ritel yang akan diterbitkan akan jauh dari underlying asset itu," ujar Rahmat.
Fakta meneriknya, PNS telah memiliki dana lebih untuk melakukan inverstasi. Fakta menarik lainnya adalah PNS tidak punya alasan lagi untuk tidak profesional. PNS tidak lagi seperti masa lalu yang penuh pengabdian. PNS adalah profesi baru yang telah sejajar dengan profesi-profesi lainnya. Sebagai bidang profesi, PNS harus bersikap profesional atas pekerjaannya.
Sukuk ini memiliki tenor 3 tahun dan akan jatuh tempo pada 23 Februai 2014 dengan harga nominal per-unit Rp.1 juta dengan harga per unit at par (tidak memiliki diskonto dan premium) dan tingkat kupon 8,15 persen per tahun (fix coupon). Pembayaran imbalan akan dilakukan setiap bulan pada tanggal 23 dmulai maret 2011 ini.i
Adapun agen yang ditunjuk sebagai penyalur Sukuk Negara Ritel seri SR-003 adalah sebanyak 20 agen yang terdiri dari 11 bank dan 9 perusahaan efek yang telah ditunjuk oleh pemerintah melalui keputusan Dirjen Pengelolaan Utang Nomor Kep-52/PU/2010.
Berikut Daftar Agen Penjual dan Konsultan Hukum SUkuk Negara Ritel seri SR-003:
I. Agen penjual
a. Bank
1. PT Bank Mandiri
2. PT Bank Internasional Indonesai
3. PT Bank Syariah Mandiri
4. PT Bank Rakyat Indonesia
5. PT Bank CIMB Niaga
6. The Hongkokng and Shanghai Banking Corporation
7. PT Bank Negara Indonesia
8. Citibank
9. Standart Charter Bank
10. PT Bank Permata
11. PT Bank OCBC NISP
b. Perusahaan Efek
1. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
2. PT Mega Capital Indonesia
3. PT Bahana Securites
4. PT Danareksa Sekuritas
5. PT Trimegah Securities
6. PT Sucorinvest Central Gani
7. PT Reliance Securities
8. PT Ciptadana Securitirs
9. PT Kresna Graha Sekurindo
Fakta yang terselip dari semuanya adalah PNS tidak begitu menggubris Teori Portofolio. Dimana sumber utama dari pendadpatan mereka adalah dari negara, invertasi yang mereka lakukan dijamin oleh negara. Artinya adalah mereka menggantungkan semua resikonya pada negara. Pertanyaannya adalah kuatkah negara ini tetap survive menjadi tempat bergantung bagi mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)







