Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

Dari Candi ke Candi


Banyu Nibo berarti “Air Menetes”. Ini merupakan warisan Budha dari abad 9. Karena terletak jauh dari candi Budha lainnya di daerah terpencil di tengah sawah, maka orang-orang menyebutnya sebagai “Si Sebatang Kara Banyu Nibo”

Candi Barong merupakan peninggalan Agama hindu yang terletak di dusun Candisari, Bokoharjo, Prambanan. Dibuka setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Candi ini berdekatan dengan situs Ratu Boko.

 
Candi Gebang Hindu  merupakan warwisan dari abad ke-7 Masehi dan diperkirakan dibangun juga oleh raja dari Wangsa Sanjaya. Candi ini memiliki beberapa kualitas khusus. Candi Gebang terletak di Condongcatur, Ngemplak, Sleman, sekitar 11 km dari pusat Kota Jogja.

Candi Prambanan terdiri dari tiga candi utama yang berketinggian 47 m dan dikelilingi oleh candi kecil yang disebut Perwara. Terletak 17 km dari Jogja, Candi Prambanan merupakan peninggalan dari Agama Hindu dari abad IX. Buka Senin-Minggu (09.00-17.00 WIB)

Candi Sewu terletak beberapa ratus meter sebelah timur Candi Prambanan. Selain besar dan luas, candi Budha ini mencakup beberapa candi kecil lainnya seperti Lumbung, Asu, Bubrah, dan Candi Lor Kulon

Candi Ratu Boko terletak 3 km arah selatan dari Candi Prambanan. Kompleks bangunan candi ini terdiri dari gapura, sebuah candi pembakaran, Paseban (balai). Pendapa dan kompleks pemandian Keputren.

Candi Sambisari terletak 12 km dari Jogja di Desa Sambisari, candi ini ditemukan pada tahun 1966. Berdasarkan penelitian geologis ditemukan bahwa 6 meter candi ini terkubur oleh ledakan bahan Gunung Merapi di tahun 1006. Buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB


Candi Borobudur

Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Terletak di Magelang Jawa Tangah atau 45 km dari Jogja.

 Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut. Terletak di Magelang Jawa Tangah, atau 45 km ddari Jogja.


Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu yang berarti abu, mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur, akan tetapi De Casparis mengartikan perabuan. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta vajra = "halilintar" dan anala = "api".



Senin, 21 Februari 2011

Kapal Tempur Amerika tiba di Tanjung Priok

Sumber : Okezone

JAKARTA - Kapal tempur Amerika Serikat (AS) USS Reuben James, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/2/2011), pukul 09.00 WIB.

Kedatangan kapal tempur canggih ini merupakan salah satu penanda hubungan baik kerjasama militer antara kedua negara.

Atase Angkatan Laut Kedutaan Besar AS Captain Adrian J Jansen, menjelaskan kedatangan kapal perang ini untuk menjajaki latihan militer bersama antara angkatan laut AS dengan TNI AL.

“Ya kita akan latihan (militer) bersama,” ungkapnya.

Latihan militer ini rencananya akan dilakukan pada 25 Mei hingga 1 Juni mendatang di wilayah perairan Sumatera Utara.

USS Reuben James mendahului kedatangan pasukan tempur laut AS yang rencananya akan datang dalam jumlah lebih besar pada awal Mei mendatang. Adrian menambahkan kerjsama ini merupakan momen untuk saling menggali pengetahuan tentang strategi pertempuran laut yang dimiliki oleh kedua belah piha

“Pekan ini akan dilakukan pembahasan akhir,” lanjutnya.

Pihaknya akan berada selama tiga hari untuk menjajaki wilayah perairan Jakarta dan Sumatera Utara sebagai jalur yang akan ditempuh pasukan AS nanti.

(Isfari Hikmat/Koran SI/lam)

Selasa, 25 Januari 2011

KARENA NILAI SETITIK RUSAKLAH SUSU SEBELANGAN




Jakarta - Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) menganalisa circle crop di Berbah, Sleman, berdasarkan foto yang diambil dari udara. Hasilnya diketahui circle crop di Sleman tidak begitu presisi.
Dalam foto udara yang diterima redaksi detikcom, Rabu (26/1/2011), garis diameter lingkaran tidak tepat melewati tengah lingkaran. Selain itu bentuk seperti ikan pun tidak simetris satu dengan lainnya. Selain itu ada orientasi arah yang tidak jelas dari circle crop tersebut. Hal ini mematahkan asumsi kalau circle crop itu dibuat oleh alat khusus atau tempat UFO mendarat. Karena jika pesawat, bentuknya tentu presisi.
"Karena bentuknya tidak simetris, ini bisa dikatakan menguatkan dugaan kalau circle crop tersebut memang dibuat manusia," ujar Dosen Geodesi UGM, Catur Aries Rokhmana kepada detikcom.
Catur menjelaskan foto udara tersebut diambil oleh dua mahasiswanya dengan menggunakan pesawat aeromodelling. Hasilnya dianalisa di Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi UGM.
"Ini semacam uji forensik," terangnya.
Walau meyakini bahwa circle crop tersebut merupakan karya manusia, seperti dugaan LAPAN sebelumnya, Catur mengaku kagum dengan pembuatnya. Menurutnya sangat mengagumkan karya seperti ini bisa selesai dalam waktu yang sangat singkat.
"Yang belum terjawab adalah bagaimana dalam waktu singkat bisa membuat itu. Saya kira pembuatnya harus dapat apresiasi," tutupnya.
Sebelumnya, setelah turun ke lokasi, tim Lapan semakin yakin crop circle di Berbah, Sleman adalah buatan manusia. Sejumlah tanda-tanda telah ditemukan tim di lokasi crop circle yang menghebohkan.
Beberapa tanda yang ditemukan adalah adanya lubang di tengah pola crop circle. Lubang itu diduga dijadikan titik untuk menancapkan tonggak untuk membuat lingkaran.
"Ada juga bekas sibakan padi menuju lubang tersebut. Sibakan ini menjadi tempat si pembuat menuju lubang tersebut. Ini menunjukkan ada yang masuk ke situ," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antarika Lapan Sri Kaloka dalam jumpa pers di lokasi, Berbah, Sleamn, Selasa (25/1).


Memang tidak menutup kemungkinan, hal itu adalah benar. Bahwa crop cicle di Berbah adalah buatan manusia. Namun kita coba objektif mengamati kecatatan crop cicle di Berbah. Garis simitris yang di buat sebagai dasar analisis tidaklah ada ditengah-tengah ( garis diagonal) lingkaran sisi kanan, sehingga garis sebagai dasar analisis tidak simitris. Kemudian yang lain, adalah gambar yang menyerupai ikan disebelah kanan juga tidak dibuat dengan objektif. Artinya lingkaran sebagai dasar menentukan kesimitrisan kedua bentuk itu, tidak dibaut dengan menggunakan titik pertemuan diagonal yang tepat. 
Sedangkan bukti fisik yang ditemukan dilokasi, mungkin memang benar adanya anggapan bahwa itu, buatan manusia. Namun kita perlu membuat analisis yang lebih mendalam terkait hal tersebut. Bahkan klo memungkinkan, bisa kita lakukan rekaulang pembuatannya. Klo dilihat dari udara memang bentuknya tidak rapi. Penulis baru kali ini, melihat foto udara crop cicle di Berbah. Mungkin ini foto pertama yang di publis lewat dunia maya. Dan kesalahan Si Pembuat yang cukup fundamental adalah tanda yang menyerupai ekor ikan di sebelah bawah dari gamber tersebut. Sealni itu, ekor ikan disebeh kanan berbeda dengan sebeloh kiri.
Apapun itu, ini pertama kalinya di Indonesia. Ide gila selalu dimulai dengan tidak adanya saran memadai menyelurkan inspirasi...

Senin, 24 Januari 2011

Mahasiswa Pengklaim Pembuat Crop Circle di Sleman

Jakarta - Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski banyak yang menyebutnya hoax, pihak universitas yang dikenal dengan sebutan 'Kampus Biru' itu akan melacaknya.
Suryo mengatakan, kemungkinan crop circle itu dibuat oleh mahasiswa cukup besar. Apalagi, mahasiswa di jurusan MIPA, boleh jadi memiliki minat terhadap desain dan seni pembuatan crop circle.
'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)' di internet. Namun sayangnya, penulis tidak menyebutkan idetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu.
Tulisan itu menceritakan bahwa  6 mahasiswa UGM terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian MIPA. Penulis menuliskan, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.
Untuk meyakinkan pembaca, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Mahasiswa membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. "Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti," tulisnya.
Apakah benar crop cicle yang membaut manusia? Ataukah  hanya segelintir orang yng mencari sensasi belaka? Numpang tenar bersama sebuah berita? Seperti ketika Gebi saat diakhir ajalnya mencip ta sebuah lagu yang kebetulan buming, dan berbondong bondong para musisi picisan meng klaim itu sebagai ciptaan mereka. Akankah fenomena busuknya mental generasi muda, terjadi lagi?
Bukti lain, kenapa tidak ada sebuah bukti, sebuah crop cicle yang gagal didunia? semua crop sicle selalu bgus, dengan bentuk yg sempurna. mengapa pada ujungnnya selalu robong dengan sudut yang runcing. hal ini sulit di cipta dengan teknologi sederhana berupa troktor beroda. klo pun manusia yang menciptanya, butuh teknologi yang aka sedikit modern. dan juga kedetailan desai yang rumit. Dan bentuk yang demikian, secara pribadi penulis baru melihatnya sekali ini. Penulis akui itu Indah!

Minggu, 23 Januari 2011

Crop Cilce


JAKARTA, KOMPAS.com — Ditemukannya pola lingkaran raksasa di areal persawahan wilayah Berbah, Sleman, Yogyakarta, Minggu (23/1/2011), menarik perhatian para pemerhati fenomena unidentified flying object (UFO). Jejak semacam itu selama ini sering disebut crop circle yang dikait-kaitkan dengan perbuatan makhluk asing atau alien.
Crop circle sebagai fenomen ajaib yang belum terungkap, selain di Indonesia ternyata sering ditemui di berbagai negara. Laporan-laporan mencengangkan sering disampaikan dari daerah Amerika Latin terkait keberadaan crop cicle.Orang awam selalu mengkaitkan terjadinya fenomena tersebut dengan keberadaan unidentified flying object (UFO). Namun berbagai badan antariksa di banyak negara selalu membantahnya, sebagai ulang dari orang iseng. Namun karena ukurannya yang luar biasa, bisa sangat besar mencapai puluhan hingga ratusan meter membuatnya mustahil..
"Dengan ukurannya yang sangat besar sulit dibilang kalau bentuk-bentuk raksasa semacam itu dibuat manusia. Jadi bisa diambil kesimpulan, ada makhluk lain yang membuatnya," kata Dudi Sudibyo, pengamat penerbangan yang juga pemerhati UFO, saat dihubungi Kompas.com.Apalagi, yang di Yogyakarta ukurannya tidak sebesar crop circle di Amerika Latin yang ukurannya mencapai puluhan hingga ratusan meter.

Ukurannya yang kelewat besar membuatnya tidak dapat diterima akal sehat, juga karena bentuknya yang selalu simitris dan rapi. Meski demikian,kemungkiri bahwa crop circle bisa jadi juga dibuat manusia dengan suatu alat. Tanpa bantuan suatu alat agaknya manusia tidak muingkin membuatnya. Bayangkan untuk membuat sebuah lingkaran saya manusia membutuhkan busur, apalagi untuk membuat lingkaran dengan ukuran raksasa, ditambah dengan pola-pola tidak lazim dan memiliki tingkat kerumitan yang lumayan, ditambah lagi semuanya simitris dan rapi.
"Pendekatan ilmiah tetap harus dikedepankan. Saya kira masyarakat tak bisa mengabaikannya begitu saja. Perlu diteliti lebih lanjut," kata Dudi. Ia mengatakan, pihak-pihak yang tertarik meneliti sebaiknya segera mendokumentasikannya seperti mengambil gambar secara rinci, mengukur dimensinya, termasuk menginvestigasi bagaimana crop circle itu dapat muncul di lokasi tersebut.

Ada sejumlah ahli yang sebelumnya telah mencoba merekonstruksi pembuatan crop circle tersebut. Menurutnya, hal itu memang bukan hal mustahil meskipun harus dengan perhitungan matematika yang cermat.
Namun, sampai sekarang crop circle yang pernah ditemukan tetap saja menjadi misteri karena tak ada yang mengaku membuatnya. Nah, bagaimana dengan crop circle di Yogyakarta, akankah tetap menjadi misteri?
Di dunia, fenomena crop cicle, sering terjadi. ada berbagai macam bentuk dan semua masih menjadi misteri. Paling banyak ada di kawasan Amerika Latin, sedang di Eropa tidak kalah seringnnya. apaun itu, hampir semua terjadi di areal pertania. Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena areal pertanian paling mudah bentuk. Seolah seseorang, atau sesuatu itu ingin menunjukkan sebuah pesan, atau paling tidak bukti eksistensinya.



Sebagai makluk yang berbudaya, kebudayaan kita kembali diuji dalam kasus ini. Akankah kebudayaan kita mampu mengungkap misteri ini, ataukah kebudayaan kita menyerah kalah dan membiarkannya sebagai sebuah misteri sampai akhir jaman nanti?