Entri Populer

Senin, 24 Januari 2011

Mahasiswa Pengklaim Pembuat Crop Circle di Sleman

Jakarta - Sebuah tulisan di blog mengklaim crop circle di areal pertanian Berbah, Sleman, merupakan buatan enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski banyak yang menyebutnya hoax, pihak universitas yang dikenal dengan sebutan 'Kampus Biru' itu akan melacaknya.
Suryo mengatakan, kemungkinan crop circle itu dibuat oleh mahasiswa cukup besar. Apalagi, mahasiswa di jurusan MIPA, boleh jadi memiliki minat terhadap desain dan seni pembuatan crop circle.
'Terungkap Circle crop Sleman Kerjaan 6 Mahasiswa (UGM)' di internet. Namun sayangnya, penulis tidak menyebutkan idetitas siapa sang penulis dan siapa 6 mahasiswa UGM itu.
Tulisan itu menceritakan bahwa  6 mahasiswa UGM terlibat dalam pembuatan crop circle untuk mengisi liburan. Menurut sang penulis, mahasiswa UGM itu berasal dari Sains Matematika dan Pertanian MIPA. Penulis menuliskan, saat chatting lewat Facebook, salah seorang dari mahasiswa mengaku bahwa merekalah yang membuat crop circle itu.
Untuk meyakinkan pembaca, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana para mahasiswa itu membuat crop circle itu. Mahasiswa membuat crop circle dengan memakai pembajak sawah yang beroda. "Lihat saja padi yang mereka gilas jatuhnya searah. Menurut mahasiswa berambut cepak dan berkacamata ini (maaf kalau ditulis ya bro ciri-cirinya), pembuatannya sangat rumit, mereka merancang dengan baik-baik menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti," tulisnya.
Apakah benar crop cicle yang membaut manusia? Ataukah  hanya segelintir orang yng mencari sensasi belaka? Numpang tenar bersama sebuah berita? Seperti ketika Gebi saat diakhir ajalnya mencip ta sebuah lagu yang kebetulan buming, dan berbondong bondong para musisi picisan meng klaim itu sebagai ciptaan mereka. Akankah fenomena busuknya mental generasi muda, terjadi lagi?
Bukti lain, kenapa tidak ada sebuah bukti, sebuah crop cicle yang gagal didunia? semua crop sicle selalu bgus, dengan bentuk yg sempurna. mengapa pada ujungnnya selalu robong dengan sudut yang runcing. hal ini sulit di cipta dengan teknologi sederhana berupa troktor beroda. klo pun manusia yang menciptanya, butuh teknologi yang aka sedikit modern. dan juga kedetailan desai yang rumit. Dan bentuk yang demikian, secara pribadi penulis baru melihatnya sekali ini. Penulis akui itu Indah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar